Baksos Lentera Negeri

Sabtu  03 Oktober 2015 pukul 09:00 pagi. Saya dan rombongan Bakti Sosial Lentera Negeri sedang di perjalanan menuju Kota Pangkajene Kepulauan (Pangkep), menuju salah satu dermaga yang akan kami jadikan persinggahan untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke salah satu pulau di Pangkep, Pulau Kulambing. Pulau Kulambing adalah satu diantara banyak pulau di Pangkep, terletak di desa Mattiro Uleng Kecamatan Liukang Tupabiring Utara.

Waktu menujukkan pukul 11:00 saat kami tiba di dermaga Maccini Baji, matahari berasa tepat diatas kepala tapi semangat para relawan mengalahkan panasnya matahari diatas sana.. Memerlukan waktu kurang lebih sejam untuk bisa sampai di pulau Kulambing, pemandangan sekitar dan birunya laut yang menyatu dengan birunya langit sangat sayang untuk dilewatkan.

1443978035778

Pukul 14:00 agenda pertama kami adalah kunjungan dan renovasi Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Ada tiga TPA yang menjadi sasaran kegiatan kami, selain merenovasi kami juga membuat perpustakaan mini untuk adik-adik disana, juga memberikan alat tulis. Inilah yang menjadi tujuan utama kami, membantu memajukan TPA dan menumbuhkan semangat baca adik-adik, bagi kita mungkin sederhana tapi bagi mereka yang jauh dari kehidupan kota, kedatangan dan sedikit bantuan dari kami adalah cahaya yang akan menjadi penerang bagi masa depan mereka.

14444654753411444465576906

Setelah berkunjung ke TPA, agenda selanjutnya adalah Games dan Penyuluhan kesehatan gigi. Ini diluar ekspektasi saya, awalnya saya mengira hanya akan ada sekitar 70 anak dengan wajah malu-malu menunggu instruksi dari kami, tapi faktanya ada lebih dari 100 anak dengan antusiasnya menunggu kami di lapangan, bukan hanya anak-anak tapi remaja, ibu-ibu, bapak-bapak bahkan mungkin sepertiga dari warga pulau berkumpul di lapangan. Luar biasa.

12112100_10200819992617996_187562086006609152_n

Tantangan terberat adalah menyatukan adik-adik tanpa bantuan pengeras suara. Mungkin anda bisa membayangkan bagaimana rasanya berteriak di alam terbuka menghadapi lebih dari 100 anak dengan mulut yang hampir tak pernah berhenti mengoceh. Hahaa.. sungguh sangat menyenangkan.

Jika kalian bertanya apakah kami lelah? Tentu saja, iya. Saya sendiri bahkan tidak bisa menghitung berapa kali saya mengelilingi lapangan sore itu hanya untuk mengontrol jalannya games di setiap pos. Tapi kepuasaan adik-adik yang terpancar dari senyum di wajah mereka adalah obat lelah yang mujarab. Mereka tidak hanya diajak bermain tapi juga diberi arahan dan mempraktekkan cara menyikat gigi yang benar. Antusiasme mereka dan keterlibatan orang tua mereka adalah suatu indikasi bahwa kedatangan kami telah memberi energi positif kepada mereka.

Saya sempat berbincang-bincang dengan salah satu gadis yang umurnya kurang dua tahun dari saya, saya menanyakan perihal kesibukan dan pendidikannya, saya sempat terbawa perasaan atau istilah kerennya ‘baper’ pada saat mendengar jawabannya “tidak sekolah ma kak, dilarangka sama mamaku, dulu mauka lanjut SMA tapi haruski ke kota atau ke Labakkang kalau mauki lanjut, tapi mamaku tidak kasika izin, disini sekolah cuma ada SD sama SMP. Jadi sekarang tinggal dirumah saja bantu orang tua”.

Kegiatan kami tidak berhenti sampai disini, keesokan harinya kami mengajak adik-adik dan ibu-ibu untuk senam bersama, beberapa dari ibu-ibu juga memeriksakan kesehatannya. Kegiatan dilanjutkan dengan memungut sampah yang ada di sekitar lapangan. Semangat adik-adik tidak pernah surut, pun semangat mereka mengalir kepada seluruh relawan untuk tetap aktif bergerak, bermain, dan bersosialisasi dengan warga sekitar.

14444653282021444465417980

Banyak hal yang menarik di pulau ini, hidangan cumi-cumi yang lezat, keramahan warga sekitar, antusiasme adik-adik, juga pemandangan ketika air sedang surut. Bonus untuk relawan bisa mandi-mandi dan berfoto di laut lepas.

1444004941831

Di balik semua itu, ada hal yang harus kita syukuri juga harus kita sadari bahwa diluar sana masih sangat banyak anak-anak yang membutuhkan semangat juga kepedulian.  Ini bukan tentang sekedar jalan-jalan dan bakti sosial, tapi bagaimana kita melibatkan hati dalam setiap perjalanan, bagaimana kita menularkan energi positif kepada mereka, meyakinkan bahwa masa depan menanti untuk diwujudkan. Semoga kedatangan kami menjadi cahaya, menjadi penyemangat untuk tetap belajar.

Terima kasih untuk para relawan, donatur, partisipan, dan semua pihak yang telah terlibat untuk kelancaran Bakti Sosial Lentera Negeri. Semoga segala pengorbanan waktu, tenaga dan apapun itu adalah berkah untuk kita semua. Jangan pernah lelah berbuat baik karena ini bukan tentang saya, kamu, dia ataupun mereka tapi tentang kita berbagi bersama untuk anak negeri. 🙂

12091210_710819532383750_1836773251017071158_o

Advertisements

One thought on “Baksos Lentera Negeri

  1. Pingback: Bakti Sosial Lentera Negeri di Pulau Kulambing, Pangkep, Sulawesi Selatan | Lentera Negeri FoundationLentera Negeri Foundation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s