Kamu Alasanku untuk Tetap Hidup~

Untukmu yang selalu kusebut dalam sujudku,.

Sesuai tema hari ini, mengungkapkan seberapa besar kita mencintai seseorang. Sebagian mungkin akan memilih menulis untuk kekasihnya tapi aku memilih menulis untuk orang yang sampai hari ini tak mampu kubalas semua jerih payahnya..

Melalui surat ini, ingin kusampaikan bahwa saya disini dalam keadaan baik-baik saja, jadi jangan mengkhawatirkanku, ma pah.
Kuakui, saya membenci jarak yang memisahkan kita. Karenanya tidak lagi kulihat wajahmu yang lelah juga bahagia sepulang kerja, tidak lagi kunikmati makan malamku bersama kalian.

Hal lain yang kubenci adalah ketika usiaku semakin dewasa kamu juga semakin menua.. Bagaimana jika saya tak mampu membalas semua jerih payahmu selama ini?

Dulu sewaktu saya belum mampu melihat, belum mampu berbicara, bukankah kamu yang dengan sabarnya menemaniku berbicara, menceritakanku hal-hal baik meski kadang kubalas dengan tangisan. Saat saya menangis kamu akan dengan sabarnya menenangkanku, berusaha memahamiku dan menuruti inginku. Mengajarkanku berjalan, berhitung, dan mengenalkanku dunia dengan caramu yang menakjubkan.. Juga saat kamu dengan sabarnya mengantarku dihari pertama sekolah menungguku hingga pulang..

Sekarang lihatlah, ketika saya semakin dewasa waktuku justru lebih banyak kuhabiskan dengan teman-temanku, lebih banyak bercerita kepada mereka, lebih banyak jalan dengan mereka dan lebih sering berkomunikasi dengan mereka. Maafkan saya akan hal ini.

Hangatnya percakapan kita di ruang keluarga adalah moment yang selalu kurindukan.

Sendiri disini tak pernah muda mah, pah. Apalagi untuk seorang gadis sepertiku yang segala sesuatunya masih diurus mama.. Tapi jauh dari kalian juga mengajarkanku banyak hal, dan juga menyadarkanku kemana saya harus kembali ketika lelah dipecundangi dunia.
Jika bisa memilih, saya mungkin akan memilih masa kecilku saat hal yang paling sakit hanya ketika jatuh, berkelahi dengan si kakak, di cubit mama atau dimarahi bapak. Dibandingkan harus terpisah seperti ini, menemukan ruang kosong nan hampa saat pulang kuliah.. Ternyata menjadi dewasa tidak semudah yang saya pikirkan mah, pah.

Saya selalu berpikir kalian adalah malaikat yang Tuhan ciptakan untuk saya, kita memang bukan keluarga konglomerat juga bukan keluarga pejabat atau orang kaya terpandang, dulu waktu saya masih duduk dibangku SMP saya bahkan malu kalau orang-orang bertanya pekerjaan bapak saya, sebab bapak mereka adalah pejabat yang sehari-harinya diruang berAC sedang bapak saya sehari-harinya berada dibawah terik matahari. Tapi satu hal yang kemudian menyadarkanku bahwa kamu membesarkanku, membiayaiku dengan hasil keringat kamu sendiri, kamu mengajarkanku kesederhanaan hidup yang kadang orang lain lupa.

Sampai hari ini, hal terbaik dalam hidupku yang mungkin bisa kupersembahkan adalah ketika saya menyelesaikan S1.ku saat dimana Bapak juga Mama memelukku sambil menangis. Hal lain yang mungkin bisa kuberikan hanya doa tulus disetiap sujudku, juga menjaga nama baik dan mendengarkan nasehatmu..

Terima kasih untuk setiap cinta dan kasih sayangmu sampai hari ini, terima kasih sudah sangat mengerti keadaanku, juga luka dihatiku. soal pernikahan, maafkan saya yang belum ingin membicarakannya mah,pah sebab saya masih berjuang untuk toga keduaku yang akan kupersembahkan untuk kalian. Saya berjanji akan memperkenalkan dia pada waktunya, dia yang Tuhan kirimkan untuk melengkapiku, dia yang akan menemaniku, menjagaku, mencintaiku sama dengan kalian mencintaiku dan juga dia yang akan menemaniku memeliharamu dimasa tuamu.. Terima kasih untuk setiap doamu yang memudahkan jalanku, saya mungkin bukan anak yang baik, kadang lupa menanyakan kabarmu dalam sehari tapi kamu adalah orang yang saya cintai tanpa batas, tanpa alasan juga tanpa syarat. Sehat selalu mah, pah, doakan anakmu yang tengah berjuang membahagiakanmu..

Biarkan aku memelukmu dari jauh, sebab rinduku sudah tak mampu kutolerir.

Tertanda
Gadis kecilmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s