Kau pikir itu tidak sakit, synk?

sudah lama tak kutatap wajah teduhmu, di balik pintu tempat segala hal bermula.

Ingin ku dekap dirimu seperti lebih dari setahun yg lalu, kemudian kukatakan bahwa aku sejak tadi menunggumu, aku merindukanmu..
Tapi aku tetap terdiam memandangi wajah dan tubuhmu yg semakin kurus.
Lantas, suara khasmu menyadarkanku, menanyakan keadaanku?
Aku membalas seadanya berusaha mengontrol diri yg sungguh sangat ingin mengucap rindu..
Tapi..
Kamu selalu saja memposisikanku sebagai kekasihmu, membuatku salah paham atas semua sikap baik dan kata-kata manismu..
Kamu masih selalu saja begitu memposisikanku sebagai perempuan yg tak ada gantinya setelah kekasih-kekasihmu..
Tapi ketika pagi datang, kulihat kamu beranjak pergi, mengabari yg sejak tadi malam sibuk kau kabari. Dan lagi, kulihat senyummu tak lagi untukku.
Kamu selalu begitu, datang dan pergi sesuka hatimu tanpa kepastian, tanpa rasa bersalah..
Aku memang kekasihmu ketika kita berdua duduk bersama, bercerita hal bodoh yg mungkin orang lain tak sempat pikir, aku juga kekasihmu ketika jemarimu pelan-pelan menghapus air mata rindu yg sudah sejak lama memusnahkan akal sehatku, aku kekasihmu malam itu.
Tapi diluar sana kutemui kau sedang duduk manis dengannya, kuhampiri mejamu dan bertanya layaknya teman, tapi kau diam kemudian menatapnya. Aku, kamu memang bukanlah kita. Kamu telah menjadi kita yg lain dengannya. Sedang aku bukan siapa-siapamu, meski malam kemarin masih kurasa jemarimu menenangkan tidurku.
Kau pikir itu tidak sakit, synk?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s