My Super Dad

Dear you..

My super hero, my super dad..

Kurasakan titik-titik air jatuh membasahi kedua pipiku tatkala kudengar suara adzan,,
Tepat saat itu juga aku memandangi belakangmu, semakin lama semakin kecil..
Tubuhmu semakin kurus,,
Kulitmu semakin gelap,,
Sebelum beranjak pergi aku melihatmu duduk diam sembari memijit mijit kakimu,,
Inginku, bersimpuh depanmu kemudian mengantikan posisi tanganmu untuk memijitimu, tapi entah mengapa seolah ada dinding pembatas yg tak bisa lagi ku tembus..

Sejak aku jauh darimu, kau tak lagi cerewet sama seperti saat aku masih disini, bercandamu tak sesering dulu, mungkin kamu telah lelah, atau bahkan mungkin kau juga punya rindu yang tak bisa kau sampaikan padaku..

Kulihat dari pandanganmu, kamu seringkali cemburu ketika perempuan yg melahirkanku bisa mendengar begitu banyak ceritaku, bisa menjadi sahabat untuk diriku, bisa memelukku menciumku kapanpun dia mau,, tapi kamu tidak, kita lebih banyak diam ketika sedang bersama, kalaupun bercerita bukan hal tentang diriku ataupun dirimu, kita lebih suka menertawakan hal2 kecil yg tak masuk akal dan itu yg selalu aku rindukan darimu..

Ingin sekali ku katakan jangan terlalu memaksakan diri bekerja,,
Ku tahu melanjutkan sekolahku adalah beban tersendiri untukmu, tapi kamu bahkan berkata padaku, aku bekerja untukmu nak, aku ingin kamu menjadi lebih dibandingkan aku dan mama-mu,,
Ketulusanmu tak pernah mampu ku balas,.

Andai kau tahu tak terbendung keinginanku untuk memelukmu, dalam shalat aku terkadang menangis memikirkan betapa kalian menyayangiku..
Kamu memang lebih banyak diam dibandingkan dia yg melahirkanku,,
Kamu lebih banyak setuju akan setiap keputusan2 yg aku ambil..

Ingin sekali kuceritakan kepadamu, tentang lelaki yg mulai masuk kehidupanku, tapi aku tak pernah mampu bercerita banyak padamu,..

Wakti kecil akulah yg selalu mengikutimu, tak peduli panas, hujan, aku selalu suka ikut denganmu, tapi beranjak dewasa, untuk bilang aku sayang kamu saja terlalu sulit untuk kuucapkan..

Kurasakan pelukmu dan ciummu hanya ketika aku akan pergi meninggalkanmu lagi, pada saat itu juga kau selalu menyelipkan nasehat2 untukku bisa lebih baik.

Aku tahu kaupun menyayangiku lebih dari dirimu sendiri, tapi kau juga sulit mengungkapnya..
Pada-nya kutitipkan doa-doa terbaikku untukmu..
Untukmu yg tak pernah lelah bekerja demi masa depanku,,
Untukmu yg menjagaku dengan ketulusan yg tak mampu kubalas,,
Untuk setiap keringatmu, maafkan aku yg belum mampu memberi apa-apa untukmu, meski diluar sana ku dengar engkau membanggakan anak gadismu yg sudah menyelesaikan s1-nya.. kudengar engkau dengan bangga menyebutku di depan teman2mu, sembari tersenyum bahagia.

Semua kulakukan untuk kalian, motivator terbesar dalam hidupku.. aku selalu mencintaimu, meski tak pernah kuungkap..
Panjang umurlah agar kelak kubahagiakan kalian dengan keringatku.

Aku menyayangimu Bapak sama seperti aku menyayangi perempuan yang melahirkanku :*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s