Perempuan yang Patah Hatinya~

Dear…

Kamu yang tak setia dan

perempuan yang telah patah hatinya

Selamat pagi, Bandung.

Tepat pukul 05:00 ketika saya memulai menulis surat ini. Kost masih sepi, yang bisa kudengar hanya suara jarum jam dan rintik air dari keran air di wc.

Pertanyaan kemudian muncul, untuk siapa surat ini akan kutulis? Dan kamu menjadi orang pertama yang kemudian menari dalam pikiranku. *kemudian bernafas panjang*

Apa kamu baik-baik saja disana? kamu tidak rindu?

Tapi, hari ini saya ingin menulis surat bukan untuk kamu saja tapi juga untuk para lelaki yang tak setia dan perempuan yang telah patah hatinya.

Pertanyaan yang selalu muncul tapi tak pernah terjawab adalah, apa yang sebenarnya lelaki cari?

Dulu, sekitar dua tahun yang lalu, kamu tiba-tiba mengakhiri hubungan kita dengan alasan kamu telah memiliki yang lain. Bagaimana mungkin, hubungan yang telah dipertahankan bertahun-tahun, berakhir hanya karena orang yang baru kamu temui kurang dari seminggu. Rupanya jarak tak mampu membuatmu mempertahankan kita.

Waktu berjalan, sampai hari ini kuakui saya tak pernah melupakanmu, kamu masih selalu menjadi topik pembicaraan yang hangat dibibirku. Sebagian orang menganggapku kuat, sebagian lagi menganggapku keras kepala dan sangat rapuh.

Tapi melupakanmu tak sesederhana yang orang lain pikirkan, bagiku melupakan sama halnya dengan berusaha mengingat orang yang tak pernah dikenal sebelumnya.

Dua tahun lebih berlalu, bukan waktu yang sebentar dan bukan hal yang mudah melewatinya.. kudapati kamu berulangkali dengan yang lain, dan kudapati diriku berulang kali menghapus kisah. Kesalahan kita sederhana, kita tak pernah tegas dengan hati kita, kamu memegangku dengan tangan kananmu sedang tangan kirimu juga memegang tangan yang lain, sedang saya menyerahkan kedua tanganku untuk kau pegang erat.. saya yang selalu membuka pintu tiap kali kamu datang, tapi rupanya kamu juga membuka pintu untuk siapa saja yang ingin singgah dihatimu, kamu terlalu jahat, synk.

Membalasmu adalah hal yang tak pernah bisa kulakukan, bahkan memaafkanmu saja sudah kulakukan sebelum kamu sempat mengucap maaf pada saat itu. Bagiku, membalas hanya akan menyakiti diri sendiri, bukankah menyakiti orang yang kita sayang sama halnya dengan menyakiti diri sendiri?

Kamu sangat beruntung karena mendapati perempuan yang tak pernah mendoakanmu hal buruk meski berulang kali kamu sakiti. kamu beruntung mendapati perempuan yang masih tersenyum manis, siap membantumu meski dia adalah orang yang paling sering kamu kecewakan.

Sampai hari ini yang menguatkanku adalah saya tak pernah merasa sendiri, begitu banyak orang yang menyayangiku, saya justru kadang kasihan melihatmu yang semakin kurus dan semakin berantakan. Tapi bukan lagi tugasku untuk mengurusmu, bukan lagi hakku untuk ikut campur dalam setiap urusanmu. Saya memilih untuk melepas kedua tanganku, tapi tidak membencimu. Dan dibalik semua luka yang kamu torehkan saya justru ingin berterima kasih atas banyak hal yang kemudian berubah sejak kamu dan aku tak lagi menjadi kita. Semesta sangat baik padaku.

Untukmu perempuan yang telah patah hatinya, jangan pernah berpikir bahwa dunia berakhir hanya karena satu kisah berakhir, hidupmu terlalu singkat untuk menangisi lelaki yang tak bisa menjaga perasaanmu. Cukup saya yang terlalu lama dalam kegelapan. Satu hal yang harus kalian tanamkan dalah hati adalah “Tuhan tak pernah menempatkanmu disituasi yang kamu tak bisa” jadi tetap sibukkan diri, tetap berkarya dan tetap punya hati yang cantik. Jangan khawatir soal luka, luka akan sembuh oleh waktu selama kamu juga ingin menyembuhkannya, selama kamu menerima takdirnya. Jika ingin menangis maka menangislah, tak ada yang salah dengan air mata pun tak ada yang salah dengan rindu. Sendiri bukan berarti tak berpindah tapi membuktikan bahwa kita cukup mampu menjaga diri sebelum dipertemukan dengan yang selayaknya. Laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik, itu janji Tuhan girls. Jadi tetap memperbaiki diri. Yang lalu semoga bisa jadi pelajaran berharga untuk kita dan orang-orang disekitar kita.

Dan untuk kamu lelaki yang tak setia, butuh berapa hati lagi yang kau hancurkan agar bisa setia? Bukankah kamu lahir dari rahim seorang perempuan? Menyakitinya sama dengan menyakiti ibumu, bukan? Semoga kamu menemukan yang kamu cari, semoga kamu selalu dilindungi dan semoga kamu bisa setia.

Tertanda,

Perempuan yang telah patah hatinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s