Kamu tak berhak bertahta diruang hati yang telah kamu jamah~

image

Malam semakin sunyi, kutatap layar laptop yang sedari tadi berisi catatan-catatan tugas yang harus segera diselesaikan. Ideku tak ada, pun semangatku sedang tidak menyala-nyala.
Disampingku, Vie sudah terlelap, mungkin dia lelah selepas pengkaderan jurusannya pekan ini. Jarang sekali kami bercerita minggu ini, mungkin karena kesibukan-kesibukan yang menyita hampir semua waktu kami. Biarkan dia terlelap, sebab esok dia harus kembali memenuhi segala kewajibannya.
Saya menghembuskan nafas, ketika jam menunjukkan 23:13 tapi ideku tak kunjung bertamu juga bertemu..

Hapeku kemudian berdering, pertanda ada pesan masuk..
Tengah malam begini? Hm.. mungkin dari t*lk*ms*l atau sm*rtfr*n, kataku.
Ternyata saya salah, pesan kali ini datang dari seseorang yang dulu melarangku mencarinya. Respon saya biasa saja, meski pikiranku mulai menerawang jejak-jejak pilu yang sudah lama tak ingin kukenang.
Ah.. kamu, dulu namamu selalu kunantikan muncul di layar hapeku.
Dulu, obrolanmu selalu kutunggu dari pagi hingga ujung malam.
Tapi itu dulu, saat kesabaranku kamu uji, keikhlasanku kamu uji.
Tapi sejak hari itu, ketika masing-masing dari kita terluka kemudian memilih untuk saling melupakan, maka pada hari itu juga kamu tak berhak tahu apa yang telah saya lewati, pun tak berhak bertahta di ruang hati yang telah kamu jamah.

Sorry for being your stranger, tapi tak ada yang paling tahu lukaku selain diriku sendiri.
Saya tidak salah jika menangisimu, juga tak salah ketika memaafkanmu, tapi saya salah jika membiarkan hati saya terluka berulang-ulang oleh orang yang sama..
Hidupku baik-baik saja, saat kamu memutuskan untuk tidak lagi datang.
Hatiku pun baik-baik saja, dengan dia yang kubiarkan masuk menyusuri ruang hatiku.
Tapi sekali lagi kamu tak berhak tahu apa yang telah saya lewati.
Bukankah kamu telah bahagia, dengan misteri yang ingin kamu pecahkan, dengan misteri yang menurutmu mampu mengalihkan dunia tentangku, dengan misteri yang mengajakmu melangkah kedepan beriringan..

Satu hal yang ingin kusampaikan, bahwa saya tak pernah membencimu, bahwa kamu tetap menjadi bagian terindah di masa itu, dulu.
Hari ini biarkan kesalahan lalu menuntunku menemukan yang tepat, biarkan dia menjadi serangkaian proses menjadi yang terindah di masa depan, saya tidak akan mengatakan dia lebih baik darimu, karena setiap orang adalah orang baik.
Biarkan Tuhan turut andil dalam skenario hidup kita, sebab Dia telah menciptakan manusia berpasang-pasangan~
Tak ada yang perlu dikhawatirkan bukan?

Tidurlah, sebab misterimu menantimu di awal pagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s