Hi Februari~

Dear you..

Hello..

selamat tanggal 15 Februari, selamat memasuki tahun ke 25 berpetualang di bumi ini. 🙂

sehat? baik-baik saja? KI? thesis? haatii? heehe (tersenyumlah sebelum melanjutkan membacanya) 🙂

hei.. lelaki yang paling menguji kesabaran, kita mungkin pernah melewati masa-masa bingung dan kikuk memilih kado dan menyiapkan suprise ulang tahun. masa dimana kemampuan akting sangat dibutuhkan. masa yang mungkin menyedihkan jika dikenang, ouch (maka lupakanlah).

apakah kamu merasa bahwa tidak ada hal yang perlu diselesaikan diantara kita? maaf jika tanyaku mulai mengerutkan alismu. sejauh saya mengenalmu, kamu adalah laki-laki baik tapi cukup keras dengan sesuatu yang bertentangan dengan maumu. sedang hatimu, adalah bagian paling rapuh yang tidak mampu kamu kelola dengan baik. memasuki usia 25, kamu bukan lagi lelaki yang harus terikat pada satu masa yang cukup mengekangmu, dan sebagai yang paling suka menkritisimu, saya hanya ingin kamu belajar bijak dari setiap masalah yang telah terlewati, belajar bersabar dari ingin yang tak sesuai dan belajar mengelola emosi juga perasaan yang sering kali terlampiaskan bukan pada tempatnya. mungkin kamu berpikir, buat apa menulis surat ini jika hanya untuk mengomentarimu (hal yang paling tidak kamu suka sepanjang aku mengenalmu), tapi dibalik itu, saya hanya ingin melihatmu jauh lebih baik lagi, ingin melihatmu kembali menjadi pribadi yang teduh untuk siapa saja.

dengan terpostingnya surat ini, saya yakin akan ada beberapa tanya dari orang-orang sekitar kita, dan menulis surat ini pun bukan hal yang tak terpikirkan sebab saya tahu ada hati yang mesti kamu jaga. saya tidak sedang mempengaruhimu untuk kembali pada dia yang telah kamu usahakan untuk pergi, hanya saja, bisakah kamu berdamai dengan hatimu sendiri? dan bisakah kita berdamai dengan kita yang dulu dan sekarang? mulailah berpikir, bukan untuk hari ini, tapi kedepannya, kemana kakimu akan melangkah selanjutnya dan pada siapa hatimu menuju pulang.

jika suratku masuk tak tepat waktu, maafkan saya. kutahu pasti kamu sedang sibuk dengan tugas akhirmu, jadwal ujianmu minggu ini, dan kegiatan di bulan Maret nanti.

selamat ulang tahun Uli, semoga sehat selalu, dimudahkan dan dilancarkan segala urusan. dewasa, semangat, bahagia selalu, sukses #KIMks4 dan magister soon..

terima kasih telah menjadi yang terbaik pada masanya, kita mungkin punya masa lalu yang tidak usai, tapi bukan berarti kita tidak berhak bahagia di masa depan bersama ataupun dengan yang lain.

terima kasih telah menguji kesabaranku, apapun yang membuat airmataku jatuh adalah alasanku untuk tetap tersenyum di hadapanmu. saya dan segala luka akan sembuh oleh penerimaan, begitupun kamu. semoga kesalahan lalu menuntun kita menjadi pribadi yang bijak.

be happiest lelaki yang selalu kupikirkan bahagianya, meski saya lebih banyak gagal memahami perasaanmu.

Allah selalu sayangki, dimanapun, kapanpun, bersama siapapun.

Happy birthday 🙂

 

tertanda..

your little girl,,

 

 

 

 

 

 

 

Advertisements

untuk Perempuan Sederhana di Jogja~

hello kakak..

apa kabarki?

bagaimana cuaca disana? disini sedang hujan romantis, sayang sekali harus melewatinya di tempat tidur hihi

Februari tahun lalu hampir sama Februari tahun ini, adalah bulan sibuknya kita menyiapkan salah satu kegiatan yang mempertemukan kita, bedanya dulu hampir setiap hari kita bertemu, membicarakan apapun yang menurut kita penting untuk dibicarakan. sekarang, kita hanya saling mendukung, menyemangati satu sama lain, sebab jarak mencuri waktu pertemuan raga kita.

dulu sebelum kamu kembali ke kota tempatmu menuntut ilmu, saya sudah berjanji pada diri untuk mengirimimu surat tepat dihari keberangkatanmu. tapi maaf, kesibukan-kesibukanku akhirnya menyita banyak waktu, juga tenaga dan jam tidurku. syukurlah kita masih sempat bertemu di Bandara meski ada hal lain yang harus dikorbankan.

dan hari ini tepat satu tahun pertemanan kita di salah satu media sosial, akhirnya memberi saya kesempatan untuk melunasi janjiku. yuhuui happy anniversary *eh

bagi saya, kamu selalu menjadi wanita sederhana, dengan senyum khas dan kedipan mata berulang-ulang tiap bertemu. hahaa selalu berusaha terlihat baik-baik saja meski kutahu kamu menyembunyikan banyak pilu dibalik senyummu (sedang bicara depan cermin). hihi tapi satu hal kamu masih jauh lebih kuat dari saya, dari semua cerita yang kita bagi, sebenarnya kita sedang belajar untuk saling menguatkan, belajar memperbaiki diri untuk mereka yang telah ditakdirkan menjadi penggenap kita di masa depan. (kenapa jadi bahas ini) huaaa maafkan hhaha..

untuk saat ini, adikmu yang sedang menggalaukan proposalnya cuma berharap doa juga semangat. dan untuk kakak Ayus disana, jaga kesehatan, semangat kuliahnya dan jangan lupa bahagia..

terima kasih untuk setahun pertemanan kita, semoga kelak sampai kita tua, sampai masa usia kita, kita tetap saling mengingat. dan terima kasih untuk setiap hal yang kita bagi. Allah selalu sayang dan menjaga kak Ayus, dimanapun.

will miss you kak :’)

Makassar 11 Februari 2016

Parnert KI.mu 🙂

 

 

 

 

 

 

Selamat Pagi, Sayang~

Hi sayang..

Pagi ini kamu tidak lupa mengucapkan selamat pagi, bukan?

Baiklah, biar aku yang memulai ucapan selamat pagi sebagai penyemangatmu hari ini. Selamat pagi, sayang 🙂

Mungkin aku terlalu gengsi untuk mengaku rindu padamu. Atau sekedar menyampaikan bahwa aku ingin bertemu denganmu..

Akhir-akhir ini kamu memang terlalu sibuk. Urusan kerjaanmu dikantor yang sudah deadline, juga kegiatanmu yang sudah mendekati hari H.

Bukannya aku tidak mengerti, tapi kesehatanmu. Aku hanya tak ingin kamu sakit, sebab cuaca juga sedang galau-galaunya.

Tapi jujur, aku selalu bangga sekaligus iri padamu, jiwa sosialmu dan aksimu dalam turun tangan langsung membantu orang banyak selalu membuat kamu terlihat luar biasa.. Kamu selalu bisa membagi waktumu meski kerjaanmu dikantor kutahu bukan pekerjaan yang mudah.

Dari sini aku hanya bisa mendoakan dan menyemangatimu, semoga kamu selalu sehat sayang, semoga perjuanganmu untuk menjadikanku teman hidupmu dilancarkan oleh-Nya..

Terima kasih atas waktumu menemaniku malam kemarin, terima kasih sudah memastikanku baik-baik saja disela-sela sibukmu..
Disini, aku menantimu 🙂

Dari
Yang kau sebut penyemangat 😉

Perempuan yang Patah Hatinya~

Dear…

Kamu yang tak setia dan

perempuan yang telah patah hatinya

Selamat pagi, Bandung.

Tepat pukul 05:00 ketika saya memulai menulis surat ini. Kost masih sepi, yang bisa kudengar hanya suara jarum jam dan rintik air dari keran air di wc.

Pertanyaan kemudian muncul, untuk siapa surat ini akan kutulis? Dan kamu menjadi orang pertama yang kemudian menari dalam pikiranku. *kemudian bernafas panjang*

Apa kamu baik-baik saja disana? kamu tidak rindu?

Tapi, hari ini saya ingin menulis surat bukan untuk kamu saja tapi juga untuk para lelaki yang tak setia dan perempuan yang telah patah hatinya.

Pertanyaan yang selalu muncul tapi tak pernah terjawab adalah, apa yang sebenarnya lelaki cari?

Dulu, sekitar dua tahun yang lalu, kamu tiba-tiba mengakhiri hubungan kita dengan alasan kamu telah memiliki yang lain. Bagaimana mungkin, hubungan yang telah dipertahankan bertahun-tahun, berakhir hanya karena orang yang baru kamu temui kurang dari seminggu. Rupanya jarak tak mampu membuatmu mempertahankan kita.

Waktu berjalan, sampai hari ini kuakui saya tak pernah melupakanmu, kamu masih selalu menjadi topik pembicaraan yang hangat dibibirku. Sebagian orang menganggapku kuat, sebagian lagi menganggapku keras kepala dan sangat rapuh.

Tapi melupakanmu tak sesederhana yang orang lain pikirkan, bagiku melupakan sama halnya dengan berusaha mengingat orang yang tak pernah dikenal sebelumnya.

Dua tahun lebih berlalu, bukan waktu yang sebentar dan bukan hal yang mudah melewatinya.. kudapati kamu berulangkali dengan yang lain, dan kudapati diriku berulang kali menghapus kisah. Kesalahan kita sederhana, kita tak pernah tegas dengan hati kita, kamu memegangku dengan tangan kananmu sedang tangan kirimu juga memegang tangan yang lain, sedang saya menyerahkan kedua tanganku untuk kau pegang erat.. saya yang selalu membuka pintu tiap kali kamu datang, tapi rupanya kamu juga membuka pintu untuk siapa saja yang ingin singgah dihatimu, kamu terlalu jahat, synk.

Membalasmu adalah hal yang tak pernah bisa kulakukan, bahkan memaafkanmu saja sudah kulakukan sebelum kamu sempat mengucap maaf pada saat itu. Bagiku, membalas hanya akan menyakiti diri sendiri, bukankah menyakiti orang yang kita sayang sama halnya dengan menyakiti diri sendiri?

Kamu sangat beruntung karena mendapati perempuan yang tak pernah mendoakanmu hal buruk meski berulang kali kamu sakiti. kamu beruntung mendapati perempuan yang masih tersenyum manis, siap membantumu meski dia adalah orang yang paling sering kamu kecewakan.

Sampai hari ini yang menguatkanku adalah saya tak pernah merasa sendiri, begitu banyak orang yang menyayangiku, saya justru kadang kasihan melihatmu yang semakin kurus dan semakin berantakan. Tapi bukan lagi tugasku untuk mengurusmu, bukan lagi hakku untuk ikut campur dalam setiap urusanmu. Saya memilih untuk melepas kedua tanganku, tapi tidak membencimu. Dan dibalik semua luka yang kamu torehkan saya justru ingin berterima kasih atas banyak hal yang kemudian berubah sejak kamu dan aku tak lagi menjadi kita. Semesta sangat baik padaku.

Untukmu perempuan yang telah patah hatinya, jangan pernah berpikir bahwa dunia berakhir hanya karena satu kisah berakhir, hidupmu terlalu singkat untuk menangisi lelaki yang tak bisa menjaga perasaanmu. Cukup saya yang terlalu lama dalam kegelapan. Satu hal yang harus kalian tanamkan dalah hati adalah “Tuhan tak pernah menempatkanmu disituasi yang kamu tak bisa” jadi tetap sibukkan diri, tetap berkarya dan tetap punya hati yang cantik. Jangan khawatir soal luka, luka akan sembuh oleh waktu selama kamu juga ingin menyembuhkannya, selama kamu menerima takdirnya. Jika ingin menangis maka menangislah, tak ada yang salah dengan air mata pun tak ada yang salah dengan rindu. Sendiri bukan berarti tak berpindah tapi membuktikan bahwa kita cukup mampu menjaga diri sebelum dipertemukan dengan yang selayaknya. Laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik, itu janji Tuhan girls. Jadi tetap memperbaiki diri. Yang lalu semoga bisa jadi pelajaran berharga untuk kita dan orang-orang disekitar kita.

Dan untuk kamu lelaki yang tak setia, butuh berapa hati lagi yang kau hancurkan agar bisa setia? Bukankah kamu lahir dari rahim seorang perempuan? Menyakitinya sama dengan menyakiti ibumu, bukan? Semoga kamu menemukan yang kamu cari, semoga kamu selalu dilindungi dan semoga kamu bisa setia.

Tertanda,

Perempuan yang telah patah hatinya.

Jadikan Saya Rumahmu~

Dear,.

Sang penggenap.

Hi, apa kabarmu?

Kenalkan, saya adalah masa depanmu. Perempuan sederhana yg sedikit keras kepala dan susah dimengerti.

Entah harus mulai darimana mendeskripsikanmu, tapi hampir setiap sujudku kudoakan agar Tuhan menjagamu dan mempertemukan kita.

Kamu sebenarnya siapa? Pertanyaan yg selalu muncul dikepalaku. Apakah kamu temanku? Apakah kamu orang di masa laluku atau kamu justru orang baru yang bahkan belum pernah berkenalan denganku?

Tapi siapapun kamu, semoga kamu adalah yang terbaik yang dijanjikan-Nya.

Jika kamu ternyata adalah temanku, orang yg kukenal, maka biarkan saya tertawa dulu sebelum memelukmu erat..

Jika kamu adalah orang dari masa laluku, maka biarkan saya menangis dan menceritakan semua hal saat kamu tak disini, biarkan saya memukulmu manja atas kesalahanmu menyakitiku dulu. Setelah itu biarkan saya memelukmu erat.

Dan jika ternyata kamu adalah orang baru, maka biarkan saya belajar mengenalimu dulu, belajar dan tumbuh bersama.. Membangun masa depan yg mungkin baru kita bicarakan..

Jangan khwatir soal hatiku, ia memang sulit dibuka tapi bukan berarti tidak bisa. Ketika kamu berhasil maka selamanya kuncinya akan kamu pegang. Saya akan mencintaimu lebih dari kamu mencintaiku. Jadi selama kamu memperlakukanku baik hatiku akan selalu jadi milikmu.

Dimanapun kamu sekarang, semoga Tuhan selalu menjaga pandangan juga dirimu..

Jika suatu saat nanti kita bertemu, dan tiba saatnya kita menggenap, bolehkah saya meminta sesuatu?
Permintaanku cukup sederhana, kamu bisa memilih salah satunya atau keduanya:
1. Maukah kamu menyanyikanku beberapa lagu romantis yang mendeskripsikan saya dan kisah kita tepat di bawah langit beralaskan rumput? Atau
2. Maukah kamu membuatkanku sebuah video perjalanan kita, serta harapan-harapanmu kepadaku?
Agar kelak ketika kita bosan, kita bisa menontonnya bersama atau memperlihatkan ke anak-anak kita bagaimana kamu menyayangiku dulu, bagaimana kita berjuang bersama membangun masa depan.

Cukup sederhana bukan?
Saya memang bukan tipe perempuan yg menyukai kemewahan, bukan perempuan yg akan menuntutmu membeli ini itu,, dan bukan pula yang akan merubahmu ini itu, tetap jadi dirimu sendiri untuk menemukanku.

Jika suatu saat nanti kamu menggenapiku, jangan pernah lelah untuk mencintaiku, jangan pernah pergi tanpa alasan, dan jangan pernah berjanji atas hal yg tidak bisa kau tepati sebab saya adalah alarm yg akan selalu menagih janjimu. Haha
Sayapun tak bisa menjanjikan apa-apa, selain menemanimu berjuang dan melewati setiap kerikil didepan kita.

Dan jika dalam rumah kita nanti, kamu menemukanku menangis, cukup tenangkan saya lewat pelukmu, saya perempuan yg mudah menangis juga mudah tertawa. Bahkan kadang saya tertawa sambil menangis. Saya memang sedikit aneh juga cerewet. Jadi jangan heran ketika nanti sebelum tidur akan banyak cerita-cerita yg tidak penting kamu dengar dari bibirku.

Siapapun kamu? Semoga benang merah segera menghubungkan kita. Menhubungkan puzzle hati kita hingga menjadi hati yang utuh.

Tumbuhlah bersamaku, bahagia dan menangislah bersamaku, hidup memang kadang tak mudah tapi bersama akan menjadi lebih mudah. Jadikan saya rumahmu, bukan sekedar tempatmu pulang dari rutinitasmu tapi juga tempat hatimu kembali saat kamu lelah juga bahagia.

Sampai bertemu sang penggenap, love on, live on. I will love you 😍

Tertanda,.
Yang Menantimu.

Kamu Alasanku untuk Tetap Hidup~

Untukmu yang selalu kusebut dalam sujudku,.

Sesuai tema hari ini, mengungkapkan seberapa besar kita mencintai seseorang. Sebagian mungkin akan memilih menulis untuk kekasihnya tapi aku memilih menulis untuk orang yang sampai hari ini tak mampu kubalas semua jerih payahnya..

Melalui surat ini, ingin kusampaikan bahwa saya disini dalam keadaan baik-baik saja, jadi jangan mengkhawatirkanku, ma pah.
Kuakui, saya membenci jarak yang memisahkan kita. Karenanya tidak lagi kulihat wajahmu yang lelah juga bahagia sepulang kerja, tidak lagi kunikmati makan malamku bersama kalian.

Hal lain yang kubenci adalah ketika usiaku semakin dewasa kamu juga semakin menua.. Bagaimana jika saya tak mampu membalas semua jerih payahmu selama ini?

Dulu sewaktu saya belum mampu melihat, belum mampu berbicara, bukankah kamu yang dengan sabarnya menemaniku berbicara, menceritakanku hal-hal baik meski kadang kubalas dengan tangisan. Saat saya menangis kamu akan dengan sabarnya menenangkanku, berusaha memahamiku dan menuruti inginku. Mengajarkanku berjalan, berhitung, dan mengenalkanku dunia dengan caramu yang menakjubkan.. Juga saat kamu dengan sabarnya mengantarku dihari pertama sekolah menungguku hingga pulang..

Sekarang lihatlah, ketika saya semakin dewasa waktuku justru lebih banyak kuhabiskan dengan teman-temanku, lebih banyak bercerita kepada mereka, lebih banyak jalan dengan mereka dan lebih sering berkomunikasi dengan mereka. Maafkan saya akan hal ini.

Hangatnya percakapan kita di ruang keluarga adalah moment yang selalu kurindukan.

Sendiri disini tak pernah muda mah, pah. Apalagi untuk seorang gadis sepertiku yang segala sesuatunya masih diurus mama.. Tapi jauh dari kalian juga mengajarkanku banyak hal, dan juga menyadarkanku kemana saya harus kembali ketika lelah dipecundangi dunia.
Jika bisa memilih, saya mungkin akan memilih masa kecilku saat hal yang paling sakit hanya ketika jatuh, berkelahi dengan si kakak, di cubit mama atau dimarahi bapak. Dibandingkan harus terpisah seperti ini, menemukan ruang kosong nan hampa saat pulang kuliah.. Ternyata menjadi dewasa tidak semudah yang saya pikirkan mah, pah.

Saya selalu berpikir kalian adalah malaikat yang Tuhan ciptakan untuk saya, kita memang bukan keluarga konglomerat juga bukan keluarga pejabat atau orang kaya terpandang, dulu waktu saya masih duduk dibangku SMP saya bahkan malu kalau orang-orang bertanya pekerjaan bapak saya, sebab bapak mereka adalah pejabat yang sehari-harinya diruang berAC sedang bapak saya sehari-harinya berada dibawah terik matahari. Tapi satu hal yang kemudian menyadarkanku bahwa kamu membesarkanku, membiayaiku dengan hasil keringat kamu sendiri, kamu mengajarkanku kesederhanaan hidup yang kadang orang lain lupa.

Sampai hari ini, hal terbaik dalam hidupku yang mungkin bisa kupersembahkan adalah ketika saya menyelesaikan S1.ku saat dimana Bapak juga Mama memelukku sambil menangis. Hal lain yang mungkin bisa kuberikan hanya doa tulus disetiap sujudku, juga menjaga nama baik dan mendengarkan nasehatmu..

Terima kasih untuk setiap cinta dan kasih sayangmu sampai hari ini, terima kasih sudah sangat mengerti keadaanku, juga luka dihatiku. soal pernikahan, maafkan saya yang belum ingin membicarakannya mah,pah sebab saya masih berjuang untuk toga keduaku yang akan kupersembahkan untuk kalian. Saya berjanji akan memperkenalkan dia pada waktunya, dia yang Tuhan kirimkan untuk melengkapiku, dia yang akan menemaniku, menjagaku, mencintaiku sama dengan kalian mencintaiku dan juga dia yang akan menemaniku memeliharamu dimasa tuamu.. Terima kasih untuk setiap doamu yang memudahkan jalanku, saya mungkin bukan anak yang baik, kadang lupa menanyakan kabarmu dalam sehari tapi kamu adalah orang yang saya cintai tanpa batas, tanpa alasan juga tanpa syarat. Sehat selalu mah, pah, doakan anakmu yang tengah berjuang membahagiakanmu..

Biarkan aku memelukmu dari jauh, sebab rinduku sudah tak mampu kutolerir.

Tertanda
Gadis kecilmu.

Terima Kasih Telah Pergi~

Hi kamu..

Surat kali ini kembali kutujukan kepada kamu sebagai ucapan terima kasihku.

Pertama-tama biarkan saya bertanya dulu.
Kamu bahagia selama tidak denganku? Sudah menemukan yang kamu cari?

Baiklah..
Awalnya, berakhir atau lebih tepatnya putus darimu memang menjadi suatu musibah bagiku, hari-hari yg dulunya berwarna seketika menjadi awan gelap yang siap menumpahkan hujannya kapan saja..
Awalnya, kuakui saya kecewa, teramat kecewa malah tapi tidak pernah sampai membencimu.
Keputusanmu hari itu untuk mengakhiri kita, sungguh hanya kuanggap sebagai lelucon penggodamu, tapi ternyata tidak, kita betul-betul berakhir setelah jalan panjang bebatuan yang kita tempuh.. Saya seharusnya membencimu waktu itu dan tidak lagi memberimu ruang di hatiku tapi saya terlalu lemah untuk melawanmu, berulang kali kamu datang justru kuanggap sebagai cahaya untuk kita kembali menyatu, khayalanku terlalu tinggi hingga harus kubenturkan kepalaku ke tembok agar sadar kamu milik yang lain, kamu mempermainkanku. Sekali lagi, harusnya saya membencimu..

Tapi bagiku, kebencian hanya menyakiti diriku sendiri.. Saya tidak ingin hati yang selama ini kumiliki ternoda hanya karena rasa benciku padamu, bukankah hati yang buruk maka buruk pula yg lain? Itu yg tidak saya inginkan..

Tapi baik padamu, juga menyakiti diriku sendiri, berpura-pura tegar setiap kali melihatmu lalu lalang disampingku sungguh ujian sabar yg luar biasa. Saya harus tetap tersenyum meski airmataku sedang ingin mengalir tanpa jeda.
Baik padamu juga menjadi bom untuk diriku sendiri, kecaman dari orang-orang sekitarku sudah seperti alarm yg selalu mengingatkanku. Tidak sedikit yg memprotesku, tidak sedikit yg menyebutku keras kepala.. Tapi terima kasih kepada kalian semua yang selalu siap mengomentariku, itu artinya kalian peduli.

Tanpamu tak pernah mudah terlebih ketika saya juga harus kehilangan motorku waktu itu. Saya terpaku dengan kebiasaan kita. Karena mengubah kebiasaan itu yang sulit. Saya jatuh berkali-kali dan setiap kali jatuh saya harus merangkak lagi, dukungan dari yang menyayangiku kujadikan motivasi untuk tetap hidup, untuk tetap berjalan tanpa kamu, sekali lagi seharusnya saya membencimu.

Sampai hari ini, setelah perjalanan panjang nan melelahkan, saya justru ingin berterima kasih padamu. Kepergianmu bukan lagi kuanggap musibah tapi peluang untukku menemukan yang lebih baik. Meski kuakui saya mungkin terlalu lama menyadarinya. Karena kamu, saya akhirnya menghabiskan berjam-jam waktuku untuk membaca novel yang tidak jarang membuatku merasa ingin mati saja dan kemudian berucap saya tak sendiri banyak perempuan diluar sana yg nasibnya sama denganku. Karenamu kuhabiskan waktuku berjam-jam duduk manis menuliskan tentang kita, pada akhirnya kamu menjadi inspirasiku menulis. Karenamu, hal-hal yang tidak pernah bisa kulakukan menjadi bisa kulakukan. Karenamu saya menyibukkan diri. Karenamu saya menjadi lebih mandiri. Karenamu saya menjadi lebih bijaksana.. Dan karena kepergianmu saya menjadi hobby jalan-jalan, sebab berdiam diri justru menjadi wadah mengingatmu, waktu senggang selalu menyeretku ke masa lalu. Sungguh kamu adalah ujian sabar dan ikhlas bagiku.

Terima kasih karena dulu telah mencintai saya. Terima kasih karena dulu selalu mendampingi saya dimanapun. Terima kasih karena dulu selalu memperhatikan kesehatanku. Terima kasih untuk dua tahun lebih kebersamaan kita yang tidak mudah. Terima kasih untuk semua pemberianmu baik benda atau apapun terlebih waktumu yang mungkin tidak bisa kubalas. Rasanya semua ucapan terima kasihku waktu itu sudah kamu favoritekan di akun twittermu.
Dulu, kita berhasil membuat orang lain iri, dan membuat saya merasa jadi perempuan yg beruntung karena memiliki laki-laki sepertimu. Tapi itu dulu. Kamu lelaki yang baik, penuh perhatian tapi untuk urusan perasaan kamu bukan lelaki yang bertanggung jawab, maafkan saya harus mengatakan ini.

Sekarang, ayo berpetualang di dunia kita masing-masing. Kamu dengan perempuanmu dan saya dengan lelaki yang akan Tuhan kirimkan untukku..

Menunggumu yang pergi sudah terlalu menyita banyak waktuku, maka menunggu yang akan datang mungkin takkan lagi sesulit dan semelelahkan waktu saya menunggumu..

Seseorang pernah mengirimiku gambar yang bertuliskan “Jodoh udah ada yang atur, dekati aja yang ngaturnya” akhirnya membuat saya semakin ingin mendekati-Nya, memintanya dari sang pencipta-Nya untuk menjadi ladang amalku di dunia, semoga perkara yang satu ini dimudahkan.. Amin

Terima kasih semesta..
Life must go on..

Tertanda
Yang kamu tinggalkan,.